Sejarah Puncak Becici

Sejarah Puncak Becici

Puncak Becici merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini berada di bawah pengelolaan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan yang merupakan bagian dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan luas kawasan mencapai 97,2 hektar, Puncak Becici menawarkan keindahan hutan pinus yang asri serta panorama alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.

whatsapp image 2026 06 19 at 20.48.54
whatsapp image 2026 06 19 at 20.39.40

Pengembangan Puncak Becici sebagai destinasi wisata alam berawal dari inisiatif Kelompok Tani Hutan (KTH) Becici Asli yang mengelola kawasan tersebut sesuai dengan visi dan misi kehutanan. Pada tanggal 10 November 2014, kelompok ini mulai merintis pengelolaan jasa wisata alam yang kemudian diperkuat dengan berdirinya Koperasi Jasa Notowono pada tahun 2015. Selanjutnya, kerja sama antara Koperasi Notowono dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi disahkan pada 31 Januari 2017 dan terus berjalan hingga saat ini.

Nama “Puncak Becici” berasal dari kata “becik” dalam bahasa Jawa yang berarti baik atau bagus. Istilah ini berkaitan dengan tradisi penyucian diri yang dikenal sebagai “Mbeci’i”, yaitu upaya memperbaiki diri menuju kebaikan lahir dan batin. Konon, tempat ini pernah digunakan oleh Sujono Dipuro sebagai lokasi bertapa untuk menyucikan diri, sehingga nama Becici memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mendalam bagi masyarakat setempat.